Tampilkan postingan dengan label daulah islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daulah islam. Tampilkan semua postingan

8/04/2019

Kami Beriman Kepada Allah, Rabb-Nya Ashabul Baghuz


Kami Beriman Kepada Allah,
Rabb (Tuhan)-Nya Ashabul Baghuz (Penduduk Baghuz)


Telah beriman satu umat dari umat-umat (terdahulu) karena suatu kejadian yang disaksikan, yaitu Ghulam yang Allah Ta'ala teguhkan dalam posisi yang mematikan, maka ia pun terbunuh dalam keadaan bersabar diatas keimanannya, yakin bahwasanya ia kembali menuju Rabb yang Maha Mulia, maka berkatalah segolongan manusia dari umat tersebut: "Aamanna bi Rabbil Ghulam" kami beriman kepada Rabb (Tuhan)nya Ghulam, kami beriman kepada Rabb (Tuhan)nya Ghulam, kami beriman kepada Rabb (Tuhan)nya Ghulam." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Maka tatkala thaghut memposisikan ummat yang beriman tersebut pada posisi Ghulam, dan memberikan pilihan pada mereka antara ruju' (kembali) dari Diin (agama) mereka atau dibakar dengan api diparit (ukhdud). Keimanan mereka tidaklah lebih lemah dari imam mereka (Ghulam), dan tidak sedikit pula kesabaran dan keteguhan (mereka) atas Diin Allah Ta'ala. Sampai-sampai bayi berbicara ditengah mereka, memperingatkan ibu nya agar tidak ragu-ragu dari mengutamakan siksaan dunia dari pada siksaan akhirat: "Sabarlah wahai ibu sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran (al-haq)" (Diriwayatkan oleh Muslim)

Sebagaimana Allah Ta'ala menjadikan kesabaran Ghulam atas ketetapan Allah Subhanah, menjadi sebab teguhnya suatu umat dari kalangan mukminin setelahnya, maka sungguh Allah Jalla Jalaalu telah menjadikan kesabaran Ashabul Ukhdud sebagai sebab teguhnya kaum muslimin sampai hari kiamat. Meskipun Allah yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah, telah memberikan keringanan bagi umat yang berbarakah ini, maka Allah angkat dosa yang orang dipaksa untuk melakukannya, akan tetapi pahala sangat besar yang diperoleh Ashabul Ukhdud, yang mana Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang salih bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar".(QS. Al-Buruj : 11) mendorong orang-orang yang sempurna iman, untuk mencarinya, dengan tetap teguh diatas tauhid mereka, dan sabar terhadap gangguan atau disakiti di dalamnya, meskipun apa saja yang mereka hadapi dalam jalan tersebut.

Begitulah Rabb kita yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi, memerintahkan Nabi-Nya yang mulia, agar mentauladani para pendahulunya yang bersabar, yang mana Allah telah menjelaskan keteguhan mereka diatas al-haq (kebenaran), dan kesabaran mereka padanya, meski apa saja yang menimpa mereka lewat tangan-tangan musyrikin. Sebagaimana dalam firman Allah Subhanah: "Maka bersabarlah kamu sebagaimana para Rasul bertekad kuat -Ulul 'Azmi- bersabar (QS. Al-Ahqaf : 35)

Dan senantiasa ahlul bala' dari kaum muslimin -sepanjang zaman- mendapati pelipur lara dalam berbagai kisah dan kabar orang-orang sabar dari para Nabi dan pengikut mereka yang terdahulu. Diantara kebijaksanaan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah, memperlihatkan pada kita, dalam setiap zaman, dari kalangan Ahlul Islam, sebuah contoh khas dalam kesabaran dan tsabat (keteguhan), yang akan menjadi hujjah bagi orang-orang yang terkalahkan dari putra-putra generasi mereka, yang menyangka bahwa kisah-kisah hidayah (petunjuk) adalah hikayat yang diriwayatkan dan para pelakunya tidak perlu ditauladani. Tidak ada lagi ibroh (pelajaran) bagi generasi setelah mereka dari kalangan kaum mukminin.

Sungguh Allah Ta'ala telah memperlihatkan pada kita di zaman ini, sebagian dari berbagai kisah keteguhan saudara kita dari Junud Daulah Islamiyyah, yang tidak bisa digambarkan oleh pena-pena, serta tidak bisa diungkapkan oleh akal secara keseluruhannya. Semoga Allah yang Maha Mulia membalas (kebaikan) mereka terhadap umat Islam dengan balasan terbaik. Sungguh mereka telah memperlihatkan pada umat Islam, sesuatu yang mereka cintai, dan menampakkan pada kuffar, sesuatu yang mereka benci.
Ashabul Baghuz (Penduduk Baghuz) tidak lain adalah buah yang baik dari pohon yang baik Bi'idznillah Ta'ala. Para pahlawan mulia itu tidak lain seperti para saudara mereka di Fallujah, Ramadi, Mosul, Damaskus, Sirte, Marawi dan yang lainnya dari kota-kota Daulah Islamiyyah, yang mana mereka memerangi orang-orang musyrik sampai mereka meminta maaf pada Rabb mereka dengan menghabiskan seluruh tenaga dan mengerahkan semua kemampuannya, mulai dari keringat sampai darah. Maka diantara mereka ada yang sudah memenuhi janjinya, dan diantara mereka ada yang masih menunggu, dan mereka sekali-kali tidak akan mengganti dengan yang lainnya. Kami menganggap mereka demikian, sedangkan Allah Ta'ala yang memperhitungkan mereka, dan kami tidak mensucikan seorangpun kepada Allah.

Bahwasanya sungguh ujian di Baghuz terhadap Ahlul Islam, telah menampakkan kembali kilapan permata Ahlul Tauhid dari kalangan lelaki, wanita, dan anak-anak, dengan kuatnya keteguhan mereka, serta dalamnya keyakinan dalam jiwa-jiwa mereka, dengan janji Allah Ta'ala bagi siapa saja diantara mereka yang bersabar, (yaitu) kemenangan di dunia dan di akhirat, kami menganggap mereka itu demikian. Sesungguhnya penyakit hati orang-orang yang takut pada manusia, sebagaimana takutnya mereka pada Allah Ta'ala, atau (bahkan) melebihi takutnya (kepada Allah), tidaklah akan menambah bagi mereka kecuali penyakit belaka. Maka keluarlah mereka, untuk menakut-nakuti para sekutu mereka, dengan akhir para Ashabul Baghuz, sebagaimana dahulu mereka membuat takut orang-orang, dengan akhir dari penduduk Raqqah dan Mosul. Beginilah kondisi manusia, setiap mendengar ayat-ayat Qur'aniyah yang diturunkan Allah Ta'ala atas mereka, atau ayat kauniyah yang Allah perlihatkan pada mereka.

"Maka adapun orang-orang yang beriman, maka hal tersebut semakin menambah keimanan mereka, sedangkan mereka merasa senang. Adapun orang-orang yang didalam hati mereka terdapat penyakit, maka hanya menambah keraguan mereka, disamping keraguannya (yang telah ada)"
(QS. At-Taubah :124-125)

Sungguh para saudara kita telah bersyukur tatkala Rabb mereka telah memberikan kemenangan dan tamkin, agar mereka bisa menegakkan Diin-Nya, menerapkan Syari'at-Nya, serta memerangi musuh-Nya dengan jihad yang sebenar-benarnya. Sebagaimana mereka juga telah bersabar tatkala Allah menguji mereka berupa di invasi musuh dan ditelantarkan teman. Mereka terus menggigit Diin dengan gigi geraham mereka, bersabar atas apa yang menimpa mereka disisi Allah Ta'ala, dan tidak menyerah dalam (memegang) Diin mereka. Kami menyangka mereka demikian, dan kami tidak mensucikan seorangpun dihadapan Allah.

Diatas jalan mereka, dengan izin Allah Ta'ala, akan berjalan umat-umat dari kalangan Muwahhidin setelah mereka, setiap kali suatu thaghut menyeru mereka untuk memujanya, niscaya mereka akan menjawabnya sebagaimana jawaban para pendahulu mereka dari pengikut Ghulam (Pemuda) Shalih: Kami beriman kepada Allah, Rabbnya Ashabul Baghuz, Kami beriman kepada Allah, Rabbnya Ashabul Baghuz.


Bulletin Pekanan an-Naba'
- Seri 175 Kamis 21 Rajab 1440 H

Diterjemahkan oleh: MEDIA DAKWAH




Allah Pasti Akan Mendatangkan Suatu Kaum


Allah Pasti Akan Mendatangkan Suatu Kaum

Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak membutuhkan hamba-hamba-Nya dalam segala hal, diantaranya adalah Allah tidak membutuhkan mereka dalam membela Diin (Agama) Islam dan beramal untuk menegakkannya dimuka bumi. Allah Jalla Jalaaluhu sangat mampu untuk untuk memberi petunjuk diantara hamba-hamba-Nya ketika Ia berkehendak dan kapan saja Ia menghendaki, serta memilih mereka untuk menegakkan kewajiban untuk taat pada-Nya dan beramal dalam Keridha'an-Nya.

Manusia seluruhnya sangat butuh terhadap Allah yang Maha Suci dalam ketinggian-Nya. Dia sangat tidak butuh terhadap mereka, (sedang) mereka tidak mampu untuk memberikan mudarat (merugikan) terhadap diri mereka sendiri dan tidak bisa memberi manfa'at, lantas dengan itu mereka bisa memberikan manfaat pada-Nya, dengan beramal untuk Diin-Nya, atau bisa memudaratkan-Nya dengan berpaling dari hal tersebut (Diin).

Allah Taqoddasat Asmaauhu memperingatkan hamba-hamba-Nya agar tidak berpaling dari keta'atan, menjelaskan bahwasanya dengan berpaling mereka (termasuk) orang-orang yang merugi, karena Allah sangat mampu untuk menjadikan (menggantikan) posisi mereka dengan kaum-kaum lainnya, yang mereka itu melaksanakan ketaatan pada-Nya, dan menjalankan perintah-perintah-Nya. Allah Ta'ala berfirman: "Inilah kalian ini, kalian semua diseru untuk berinfaq di jalan Allah, maka diantara kalian ada yang bakhil (kikir). Maka barang siapa yang bakhil, sungguh bakhilnya untuk dirinya sendiri. Dan Allah maha kaya sedangkan kalian adalah orang-orang yang faqir (membutuhkan). Dan jika kalian berpaling, niscaya Allah akan mengganti kalian dan kaum yang selain kalian, kemudian mereka tidak akan menjadi seperti kalian." (QS. Muhammad : 38).

Sungguh kami telah melihat pembenaran dalam perkara ini, kebanyakannya di dalam Jihad Berbarakah ini, yaitu disaat Allah Ta'ala membangkitkan sepanjang waktu, beberapa golongan dari hamba-hamba-Nya, yang akan menolong Diin-Nya dan beramal untuk menegakkannya di muka bumi. Disaat melencengnya hati para hamba yang mereka itu telah lama melalui jalan Jihad selama bertahun-tahun, bisa jadi karena syahwat-syahwat duniawi yang mengkarat pada hati-hati mereka, maka hal itu membuat mereka lupa untuk mengingat Rabb mereka, maka Syaithan pun mampu menguasai diri-diri mereka, atau karena syubhat-syubhat Diin (Agama) yang menguasai akal-akal mereka, sehingga mereka pun tersesat dari jalan yang lurus. Dan amat beruntung orang yang Allah bahagiakan dia dengan tetap teguh di atas jalan (Al-Haq), setelah mendapatkan hidayah dari-Nya, sehingga mereka mendapatkan balasan yang telah dipersiapkan oleh Allah Ta'ala, bagi siapa saja yang mengakhiri hidup-Nya dengan berjalan padanya (Al-Haq). Yaitu Jannah (Surga) yang luasnya seluas langit dan bumi, yang dipersiapkan bagi orang-orang yang bertaqwa.

Sungguh Rabb kami yang Maha Tinggi telah memperlihatkan pada kami, pada hari-hari yang telah lalu, amalan-amalan Berbarakah yang dilakukan oleh segelintir pemuda yang beriman pada Rabb mereka, maka Allah memberi hidayah pada mereka untuk melaksanakan amalan-amalan yang paling dicintai oleh-Nya, yaitu Berjihad di jalan-Nya, dan Ia memberikan hasil akhir bagi mereka dengan meraih Syahadah. Kami menyangka mereka itu sebagaimana yang telah kami sebutkan, dan kami tidak mensucikan seorangpun dihadapan Allah. Setelah mereka memperindah amalan-amalan Shalih tersebut dengan masuk ke dalam Jama'ah kaum muslimin, dengan bai'at mereka kepada imamnya, yaitu Syaikh Al-Mujahid Abu Bakar Al-Baghdadi -Semoga Allah menjaganya-, disaat kuffar menyangka bahwa mereka telah melenyapkan Daulah Islam, dengan menghancurkan Negeri-Negeri Islam, membunuhi para penduduknya, dan menangkapi sebagian Mujahidnya.

Aksi-aksi Berbarakah di Sri Lanka dan Jazirah Arab, tidak lain adalah sebagian kecil dari kemenangan yang kita saksikan pada hari-hari ini, pada bumi bagian timur dan barat, dengan kemudahan dari Allah yang Maha Suci bagi pasukan Khilafah, untuk menimpakan kerugian pada musuh-musuh mereka, dan mengangkat Rayah Daulah Islam pada medan-medan Jihad yang baru, dan memperkokoh bilangan Mujahidin dalam medan-medan lainnya, juga kembalinya batalion dan pasukan mereka untuk berkeliling dan menyerang (mereka) pada distrik-distrik yang mana Kuffar dan Murtaddin menyangka bahwa mereka telah benar-benar melenyapkan eksistensi pasukan Khilafah di dalamnya. Dan hari-hari masih terus bergulir -Bi'idznillah- dengan banyaknya kerugian-kerugian yang menimpa musuh-musuh Allah Rabb semesta alam.

Siapa saja yang (aktif) mengikuti perkataan para cendekiawan salibis dan komandan mereka, bahwa tetap teguhnya Mujahidin di Sri Lanka dan Jazirah Arab secara khusus dan Mujahidin Daulah Islam sisanya secara umum, bisa mengetahui akan kegagalan agresi salibis yang terus-menerus sejak 5 tahunan (lalu), demi menghentikan ancaman pasukan Khilafah terhadap mereka, serta mencegah semakin meluasnya pasukan Daulah dan tersebarnya dakwahnya. Hal tersebut amat sangat menyakitkan bagi Kuffar dan Murtaddin dari serangan besar yang ditimpakan oleh Mujahidin dalam barisan mereka, selama beberapa waktu yang lalu.

Sungguh bantuan muslimin bagi Daulah mereka tidak akan terputus -Bi'idznillah Ta'ala-, meskipun musyrikin berupaya untuk memutusnya. Dan Rayah (Panji) nya menjulang tinggi (dan) Muwahidin dari berbagai tempat berperang demi (menegakkan)nya, agar Mujahidin berkumpul padanya generasi demi generasi, setiap kali satu golongan dari mereka telah berakhir, maka segolongan lainnya akan mengikutinya dengan baik, dan setiap kali suatu kaum berpaling dari menolongnya, Allah Ta'ala menggantikannya dengan kaum lainnya yang labih baik dari mereka. Semua itu adalah dikarenakan keutamaan dari Allah 'Azza wa Jalla terhadap Jama'ah kaum muslimin. 

Sebagaimana firman Allah Subhanah: "Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa diantara kalian murtad dari AgamaNya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, yang mana Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah. Mereka bersikap lemah lembut terhadap sesama orang beriman, dan mereka keras terhadap orang-orang kafir. Mereka berperang di jalan Allah, serta tidak takut terhadap celaan orang-orang yang suka mencela. Yang demikian itu adalah keutamaan dari Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah maha Luas lagi maha Mengetahui". (QS. Al-Maidah : 54).

Sesungguhnya pada fase ini, dimana keputus-asaan mulai menjangkiti jiwa-jiwa kuffar dan murtaddiin, setelahnya akan (memunculkan) kebaikan dengan izin Allah Ta'ala. Dan sesuai dengan kadar kekalahan atau kerugian yang ditimbulkan oleh Mujahidin terhadap barisan musuh mereka dalam fase ini, maka begitu juga rasa putus asa mereka akan bertambah dan mereka diliputi kelemahan untuk menyempurnakan peperangan.

Cukuplah Allah yang menahan keganasan mereka terhadap muslimin.
Dan Allah pasti akan menolong siapa saja yang membela (Agama)Nya,
Sesungguhnya Allah maha Kuat lagi maha Perkasa.


Bulletin Pekanan an-Naba' - Seri 179 Kamis 20 Sya'ban 1440 H

Diterjemahkan oleh: MEDIA DAKWAH

Dari Kediaman / Rumah Amirul Mukminin


Dari Kediaman / Rumah Amirul Mukminin
al-Khalifah Ibrahim ibn 'Awwad al-Badri al-Husaini al-Qurasyi al-Baghdadi (Hafidzahullah)


Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Rasulullah, juga atas keluarga dan sahabat beliau, wa Ba'du.

Sebenarnya peperangan Islam dan pemeluknya, melawan salibis dan pengikutnya, adalah peperangan yang panjang, dan bahwasanya pertempuran Baghuz sudah selesai. Sungguh telah tampak di dalamnya, perbuatan barbar dan kebrutalan umat Salib terhadap umat Islam. Di waktu yang sama juga tampak dan muncul keberanian, ketangguhan dan keteguhan umat Islam, dan keteguhan ini membuat para salibis serasa tercabut hati mereka, yang semakin menambah kedongkolan dan kemarahan mereka terhadap orang-orang yang tetap teguh dari umat Islam. Segala puji bagi Allah atas karunia-Nya.

Sungguh para saudara kalian dari kalangan Umara' dan Wali atas wilayah ini telah saling mengikuti, sehingga Allah 'Azza wa Jalla memilih mereka, kami menyangka mereka demikian dan Allah yang akan memperhitungkan mereka. Mereka di pimpin oleh saudara kalian Abu Abdirrahman al-Anqari at-Tamimi, dari Jazirah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Kemudian setelahnya, rayah (panji) diusung oleh saudara kalian Abu Hajir Abdus Shomad al-Iraqi at-Thalibi, dan sungguh ia telah berkorban denga jiwa dan hartanya. Kemudian rayah diusung oleh saudara kalian Abul Walid as-Sinawi, kemudian diganti oleh saudara kalian Abdul Walid al-Iraqi dan yang terakhir adalah saudara kalian Abu Mush'ab al-Hijazi dari Jazirah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Para ikhwah tersebut dengan keteguhan mereka, ketenangan jiwa mereka, dan ketangguhan mereka, menjadikan sebab teguhnya Mujahidin dan masyarakat disana. Meskipun tempat tersebut begitu kecil, tapi mendapat serangan brutal salibis disertai pengepungan yang mencekik. Dengan teguhnya para perwira tersebut, Ahlul Islam ditempat tersebut juga ikut teguh.

Kami tidak melupakan Saudara kalian para Kesatria Media, yang terutama adalah Abu Abdillah al-Australi, Khallad al-Qahthani dari Jazirah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam, Abu Jihad asy-Syisyani, Abu Anas Fabyan al-Faransi dan saudaranya Abu Utsman -Semoga Allah merahmati mereka semua-.

Begitu pula tidak lupa kami menyebutkan sifat berani dan heroik dari para anggota Dewan Syar'i yang paling menonjol adalah Abu Raghd ad-Da'jani dari Jazirah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Kami juga tidak lupa menyebutkan para saudara kalian yang telah memikul beban sangat berat dalam peperangan ini, dari personil Militer, termasuk di dalamnya para komandan dan pasukan, battalion dan brigade, dan siapa saja yang telah mengerahkan daya dan upayanya untuk menyusun dan mengatur segala urusan mereka yang mana mereka membutuhkannya dalam peperangan, yang paling utama adalah saudara kalian Abu Yasir al-Baljiki dan Abu Thariq al-Iraqi, serta masih banyak lagi yang lainnya, jika kami tidak menyebutkan mereka, maka hak itu tidaklah memadharatkan (merugikan) mereka, karena Allah lebih mengetahui berkenaan mereka. Semoga Allah menyayangi dan menerima dari mereka, dan semoga Allah memberikan balasan baik bagi mereka terhadap umat Islam. Sungguh mereka telah mengadapi salibis dalam peperangan ini, dan menunjukkan seluruh kemampuan mereka, dan membuktikan pada seluruh dunia bahwa Mujahidin mempunyai tangan yang panjang dalam memerangi kuffar, serta tetap teguh di atas Al-Haq (kebenaran) yang mana mereka berada padanya.

Segala puji bagi Allah atas karunia-Nya, sesungguhnya saudara-saudara kalian yang berjihad di Daulah Islam, mulai dari pertempuran Beiji, Mosul, Sirte, sampai Baghuz, mereka tidak menyerah demi Diin (Agama) mereka, dan sekali-kali mereka tidak akan menyerahkan sepetak tanah bagi orang-orang kafir, kecuali di atas jasad-jasad mereka dan serpihan tubuh-tubuh mereka. Semoga Allah memberikan balasan terbaik bagi mereka dan semoga Allah 'Azza wa Jalla menerima dari mereka.

Mereka semua itu telah menjadi sebab teguhnya umat di tempat yang kecil tersebut. Kami memohon pada Allah 'Azza wa Jalla agar menerima mereka yang telah meninggal dunia sebagai Syuhada', dan menyembuhkan mereka yang terluka, serta agar membebaskan mereka yang tertawan dan menerima apa yang telah mereka persembahkan.

Dengan izin Allah Ta'ala, Mujahidin tidak akan melupakan saudara mereka, atas pengorbanan, persembahan dan kontribusi mereka, dan Mujahidin akan membalaskan untuk mereka dan tak akan melupakan mereka, selama mereka masih bernafas. Dan peperangan ini akan (berlanjut) untuk yang setelahnya dengan izin Allah.

Semoga Allah memberikan pahala bagi para ikhwah di berbagai wilayah atas serangan kesatuan mereka yang Berbarakah sebagai pembalasan bagi saudara mereka di Syam, yang telah mencapai 92 operasi serangan di delapan Negara.

Makna dari ini adalah, menunjukkan atas kesatuan barisan Mujahidin, keteguhan mereka, kesiagaan mereka, daya tangkap mereka terhadap tuntutan-tuntutan peperangan, serta pemahaman mereka terhadap kenyataan yang mereka jalani.

Kami juga mengucapkan selamat kepada para saudara kalian di Libya atas keteguhan dan pertempuran mereka yang Berbarakah, serta masuknya mereka ke kota al-Fuqaha', meskipun mereka menarik diri darinya. Semoga Allah memberikan mereka balasan yang baik. Mereka telah menunjukkan pada musuh-musuh, bahwa mereka mampu untuk mengambil alih kendali, dan mereka fahan bahwa peperangan mereka melawan musuh mereka saat ini, adalah perang pengurasan.

Maka kami pesankan pada mereka semua, agar terus memerangi musuh-musuh mereka, dan agar menguras segala apa yang mereka miliki, manusia (personel), militer, ekonomi dan sumber daya, serta dalam segala hal, karena peperangan kita sekarang ini adalah perang pengurasan dan terus-menerus memerangi musuh.

Hendaknya mereka paham, bahwa jihad akan terus berjalan sampai hari kiamat, dan bahwasanya Allah 'Azza wa Jalla, memerintahkan kita untuk berjihad dan tidak menyuruh kita untuk meraih kemenangan. Kita memohon pada Allah 'Azza wa Jalla, bagi kita dan saudara kita, agar meneguhkan, menepatkan, memberikan taufiq serta petunjuk yang lurus, sesungguhnya Ia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Adapun berkena'an Bai'at para saudara kalian di Burkina Faso dan Mali, maka kami ucapkan selamat bagi mereka atas Bai'at ini, selamat atas bergabungnya mereka dengan kafilah Khilafah, dan kami memohon pada Allah agar menjaga mereka dan menjaga saudara kita Abul Walid ash-Shahrawi.

Kami pesankan pada mereka agar mengintentifkan serangan-serangan mereka terhadap salibis Perancis dan sekutu mereka dan agar melakukan pembalasan bagi para saudara mereka di Irak dan Syam. Hendaknya mereka mengetahui bahwa darah kaum Muslimin itu sederajat, yang terbawah mereka berusaha menjaga Dzimmah (perjanjian) mereka, dan mereka bersatu dalam memerangi musuh. Dan hendaknya mereka merasakan bahwa Muslim dengan Muslim lainnya itu bagaikan satu tubuh, apabila satu organnya merasa sakit, maka seluruh tubuh meresponnya dengan merasa demam dan tidak bisa tidur.

Begitu pula telah sampai pada kami bahwa Allah 'Azza wa Jalla telah memberikan petunjuk pada beberapa anggota dari sejumlah golongan dan organisasi di Khurasan. Maka mereka Membai'at Khilafah dan bergabung dengan kafilah Mujahidin. Kami memohon pada Allah 'Azza wa Jalla, bagi kami dan mereka, agar memberikan keteguhan, kelurusan, taufiq untuk memenuhi janji dan agar menjadi pembantu dan penolong bagi saudara mereka.

Saya yakin kalian mengikuti jalannya berbagai peristiwa setelah Netanyahu (Perdana Menteri Israel) menjabat (sebagai) pemerintahan Yahudi. Begitu pula peristiwa yang menonjol yaitu tumbangnya Thaghut al-Jazair dan Thaghut Sudan. Akan tetapi sangat disayangkan dan menyedihkan, bahwsanya masyarakat sampai detik ini belum memahami; kenapa mereka keluar dan apa yang mereka kehendaki? Jika mereka telah berhasil mengganti suatu Thaghut, melainkan yang menggantikan posisinya adalah Thaghut yang lebih jahat dan ganas terhadap Muslimin. Dan kami katakan serta kami ingatkan pada mereka bahwa jalan satu-satunya yang efekif bagi para Thaghut tersebut adalah Jihad di jalan Allah, dengan Jihad, para Thaghut bisa disungkurkan, dengan Jihad, kemuliaan dan kejayaan bisa diraih, karena yang berguna bagi para Thaghut tersebut adalah pedang. Maka hendaknya mereka kembali pada Allah 'Azza wa Jalla, dan agar menempuh jalan Syar'i dalam merubah pemerintahan dan Thaghut, serta agar Diin (Agama) ini seluruhnya menjadi milik Allah.

Adapun para saudara kalian di Sri Lanka, sungguh mereka telah menyejukkan dada Muwahidin dengan sejumlah operasi In-ghimas mereka yang menggangu ketenangkan para Salibis pada perayaan paskah mereka, sebagai pembalasan bagi saudara-saudara mereka di Baghuz. Sungguh jumlah korban Salibis telah mencapai seribu atau lebih di antara (yang) tewas dan terluka. Ini adalah sebagian dari pembalasan yang sedang menanti Salibis dan antek-antek mereka, dengan izin Allah Ta'ala. Alhamdulillah, yang termasuk tewas adalah warga-warga Amerika dan Eropa.

Begitu pula kami ucapkam selamat bagi Muwahidin di Sri Lanka atas Bai'at dan bergabungnya mereka dengan kafilah Khilafah, kami wasiatkan mereka agar berpegang teguh dengan tali Allah yang kuat dan dalam satu barisan dan satu kalimat. Hendaknya mereka menjadi duri di dalam dada Salibis. Kami memohon pada Allah agar menerima para ikhwah In-ghimasiyyin dalam (golongan) Syuhada' dan agar Allah memberikan taufiq bagi para saudara mereka untuk menyempurnakan perjalanan Berbarakah yang telah dimulainya.

Begitu juga kami tidak melupakan operasi Berbarakah saudara kalian di Jazirah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam di Az Zulfi (Saudi), dan kami memohon pada Allah agar hal tersebut akan menjadikan (serangan) yang berikutnya. Dan kami pesankan bagi ikhwah mereka agar melakukan pembalasan bagi Muwahidin di Jazirah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam, dan agar berusaha keras untuk melanjutkan jalan Jihad terhadap para Thaghut Alu Salul (Saudi), semoga Allah memburukkan mereka.

- Khalifah Ibrahim ibn 'Awwad al-Badri al-Husaini al-Qurasyi al-Baghdadi (Hafidzahullah)

Diterjemahkan oleh: MEDIA DAKWAH



TALBIS IBLIS Terhadap Golongan KHAWARIJ

TALBIS IBLIS Terhadap Golongan KHAWARIJ Oleh: Ibnul Jauzi Orang Khawarij yang pertama kali dan yang paling buruk keadaannya ada...